Home > Uncategorized > Agar Tak Tertipu Lebel Kemasan Makanan

Agar Tak Tertipu Lebel Kemasan Makanan

Saat berbelanja, mungkin Anda berkeinginan menemukan pasta kemasan, sereal atau roti yang sehat. Namun, kemasan makanan seringkali tidak memberi informasi jelas mengenai kandungan bahan dan gizi di dalamnya.

Tak semua label kemasan bertuliskan ‘gandum utuh’, ‘alami’ atau ‘tanpa tambahan gula’ benar. Susan Burke March, MS, RD, LD/N, CDE, penulis ‘Making Weight Control Second Nature: Living Thin Naturally’ menjelaskan rahasia di balik kemasan makanan yang ada di sekitar kita.

Alami
Apabila mencari makanan sehat, sebagian besar kita memilih makanan berlabel  ‘Alami 100%’, ‘Sehat’, atau ‘Tanpa Pengawet Buatan’. Tetapi benarkah demikian?

Departemen Pertanian Amerika Serikat mengatakan, klaim alami bukan berarti makanan tersebut tidak mengandung bahan pewarna dan pengawet kimia. Daging misalnya, minimal telah mengalami proses pengolahan. Teh yang dilabeli ‘100% Alami’ pun mengandung pemanis buatan, sirup fruktosa tinggi, dan aroma buatan.

Gandum variasi
Kemasan roti atau biskuit yang bertuliskan ‘gandum utuh’ atau ‘variasi’ berarti makanan tersebut mengandung gandum atau berbagai macam biji-bijian. Tentu saja tidak semua nutrisi yang Anda butuhkan dapat diperoleh dari sana, termasuk vitamin E, magnesium dan serat.

Glikemik Indeks Rendah
Low Glycemic Index atau ‘rendah gula’ adalah  slogan makanan yang akrab di telinga. Indeks glisemik makanan didasarkan pada seberapa cepat bahan ini mengangkat tingkat gula darah dibandingkan dengan glukosa murni.

Kentang panggang memiliki Glycemic Index yang lebih tinggi (85) daripada permen (70). Tujuh buah biskuit mengandung 50 Glycemic Index, sama dengan satu cangkir jus wortel.

Jika ingin mencari makanan sehat, abaikan Low Glycemic Index, dan fokus pada makanan sehat kaya serat, dengan porsi yang tepat untuk Anda.

Gula organik
Apabila sebuah makanan dilabeli ‘gula alami’ berarti makanan tersebut mengandung gula alami. Gula, sirup fruktusa, madu memiliki 16-20 kalori per sendok teh.

Gula organik atau bukan tidak akan mengubah kalori atau mengandung serat lebih tinggi. Jika ingin makanan sehat, hindari makanan yang mengandung gula berlebih. Sebagai panduan memilih makanan, jangan fokus pada kemasan.

Categories: Uncategorized
  1. April 22, 2010 at 10:30 am

    aahh akupun jugah mendadak bingung…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: