Home > Uncategorized > Sembilan Tips Jaga Suara Tetap Muda

Sembilan Tips Jaga Suara Tetap Muda

SEIRING pertambahan usia, sebagian besar orang mulai mencemaskan kerutan, rambut yang memutih serta bentuk fisik. Tapi, Banyak yang mengabaikan tanda penuaan terbesar, yaitu suara. Sama seperti bagian tubuh lainnya, suara juga perlu dipelihara. Jika tidak, kemungkinan Anda akan mengalami gangguan suara, seperti suara serak dan lemah.

Bagaimana cara menjaga agar suara tetap muda? Berikut saran dari para pakar untuk Anda:

Tambah asupan cairan
“Cairan terhadap pangkal tenggorokan sama seperti pelumas terhadap laher. Anda memerlukan cairan agar pita suara bisa bergetar dengan baik,” tutur John Rubin, spesialis bedah THT sekaligus presiden British Voice Association, seperti dikutip situs dailymail.co.uk.

Menurut Rubin, cairan tidak akan menyentuh pita suara. Tapi, pita suara akan dilumasi oleh cairan menyerupai air ludah yang dihasilkan oleh kelenjar terdekat. Untuk menghasilkan cairan pelumas ini, kebutuhan air tubuh harus tetap terjaga. Anda dianjurkan untuk minum satu setengah liter air sehari dan usahan minum setiap selang 15 menit.

Hindari makanan pedas
Anda mungkin tidak merasakannya. Tapi, perusak suara paling umum adalah naiknya asam lambung. Asam ini, terang Rubin, akan mengiritasi dan mengeringkan tenggorokan. Selain itu, saraf vagus di leher akan bereaksi terhadap asam dengan memproduksi cairan pelumas yang lebih lengket. Hal ini akan membuat pita suara semakin sulit bergetar.

Naiknya asam lambung, terang Rubin, ditandai dengan gejala seperti aktivitas menjernihkan tenggorokan, suara parau dan rendah di pagi hari serta perasaan adanya gumpalan di tenggorokan.

Rubin menganjurkan Anda untuk menghindari makanan yang bisa mengiritasi perut, seperti bawang putih, cabai, minuman bersoda dan cokelat.”Hindari makan dua jam sebelum tidur, untuk memberikan waktu pencernaan.”

Bicara
Pastikan tetap bersosialisasi dan menggunakan suara Anda.”Orang lanjut usia cenderung mengalami penurunan mobilitas, mereka jarang pergi keluar,” terang Dr Ruth Epstein dari the Royal National Ear, Nose and Throat Hospital di London.”Hal ini membuat mereka lebih terisolasi dan jarang bicara.” Padahal, terang Epstein, Anda harus tetap menggunakan pita suara untuk mencegah penuaan.

Bernyanyi di kamar mandi
Ini merupakan salah satu cara terbaik mengawetkan suara. Bernyanyi akan menjaga otot-otot pangkal tenggrokan tetap kuat.”Bernyanyi merupakan senam untuk suara,” terang Andrew McCombe, spesialis bedah THT dari Frimley Park Hospital, Surrey.

Selain itu, terang Epstein, mengikuti kelompok paduan suara bisa menjaga agar suara Anda tetap muda.”Suara penyanyi profesional biasanya lebih awet muda karena mereka menjaga otot-otot tetap kuat.”

Jangan berteriak
Berteriak, terang Rubin, bisa membuat pita suara meradang, sehingga lebih sulit menutup dengan benar. Jika dilakukan secara berulang, pita suara akan mengeras. Kondisi ini akan membuat pangkal tenggorokan bekerja lebih keras, menyebabkan otot-otot kelelahan dan tidak nyaman.

Jika bekerja di area yang bising, Rubin menganjurkan agar Anda mengistirahatkan suara selama lima menit per jamnya.”Jangan berbicara dengan orang yang jaraknya lebih jauh dari satu lengan dari Anda.”

Jaga keutuhan gigi
Jika gigi tanggal, tulang rahang akan mulai terkikis, bentuk wajah mulai masuk ke dalam. Sebagai akibatnya, otot-otot perlu bekerja lebih keras saat berbicara.

Perbaiki postur
Postur yang baik sangat penting untuk menjaga keremajaan suara. Posisi membungkuk akan menyebabkan seluruh saluran vokal berubah, mencegah tarikan nafas dalam dan membuat pita suara bekerja lebih keras untuk menghasilkan bunyi.

Hal ini, terang Rubin, bisa diperbaiki dengan berdiri dalam posisi yang benar. Selain itu, olahraga seperti pilates (yang menguatkan otot perut) bisa membantu Anda menarik nafas dalam-dalam.

Kurangi rokok
Aktivitas merokok akan mengeringkan bagian dalam pangkal tenggorokan dan menghentikan kerja pita suara. Selain itu, nikotin juga memperparah naiknya asam lambung. Di samping itu, panas dari rokok bisa melukai pita suara, menghasilkan suara serak.

Istirahatkan tenggorokan
Jika digunakan saat sedang menderita batuk parah, pita suara bisa terluka. Jadi, saat mengalami kasus laringitis dengan flu, terang Rubin, cobalah mengistirahatkan suara selama satu atau dua hari. Luka pada pita suara, terang dia, akan sembuh dengan sendirinya. Tapi, selanjutnya pita suara tidak bisa bekerja dengan baik sehingga suara Anda jadi parau.

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: