Home > Uncategorized > Warga Antusias Sejak Pagi

Warga Antusias Sejak Pagi

Peserta Diminta Berbaju Tradisional, Hari Ini Demo Bikin Topeng
KLOJEN – SURYA- Malang Kembali sukses dibuka semalam dengan upacara yang gemerlap dan limpahan pengunjung yang antusias. Namun tidak seragamnya busana para peserta seperti digariskan panitia sedikit mengganggu suasana tempo dulu.

Seperti keharusan memakai busana tradisional yang ternyata tak dipatuhi beberapa pedagang dan penjaga stan. Mereka memilih menggunakan pakaian sehari-hari yang biasa digunakan untuk jualan di pasar atau tempat usahanya. Ini tentu bertolak belakang dengan tema dari Festival Tempo Doeloe yang disuguhkan panitia seperti Malang Kembali (Malkem) V 2010 ini yang mengambil tema ’Rekonstruksi Budaya Panji’.

Tentu saja, sikap sejumlah pedagang dan penjaga stan yang tak mematuhi tata tertib itu bisa membuat event Malang Kembali kehilangan roh tempo dulu. Menanggapi masalah ini, konseptor sekaligus ketua panitia acara, Drs Dwi Cahyono, mengungkapkan pihaknya sudah tegas. Saat pendaftaran stan, peserta sudah diminta membuat pernyataan sanggup mematuhi tata tertib, termasuk berpakaian tradisional selama acara. ”Kalau ternyata ditemukan ada yang tak berpakaian tradisional, mereka kami coret dan tidak kami ikutkan tahun berikutnya,” kata Dwi Cahyono.

Sementara itu, sebelum Malkem secara resmi dibuka, Kamis (20/5) malam, para peserta ngebut membenahi stannya. Bahkan, tidak jarang mereka yang semalaman ngebut mendekorasi stannya agar sesuai tema. ”Begitu capeknya, sampai-sampai saya tidak terasa tertidur di taman Ijen sejam lebih,” kata Yulivieta, anggota Komisi C DPRD Kota Malang dari Partai Demokrat yang tergabung dalam stan ’Anak Kolong’ ini.

Meski baru dibuka malam, sejak pagi masyarakat Malang sudah memadati arena festival. Mereka dengan antusias menyerbu stan-stan yang sudah siap. Dari pantauan Surya, stan makanan tempo dulu dan pakaian sudah melayani pengunjung sejak siang. Banyak pengunjung yang menyerbu makanan dan mainan anak-anak yang sudah tidak banyak lagi tersedia di pasaran.

Salah satu yang disukai pengunjung adalah mobil jip Willys dan sepeda-sepeda kuno yang dipajang di depan stan Anak Kolong. Kendaraan-kendaraan lawas itu mereka gunakan untuk berfoto. Penggemarnya adalah rombongan siswa yang baru pulang dari sekolah dan masih berseragam.

Adapun agenda hari kedua, Jumat (21/5), banyak acara yang terkait langsung dengan tema acara yaitu Rekonstruksi Budaya Panji. Misalnya di Zona Pendidikan Panji digelar demo pembuatan topeng kayu dan kertas pada pukul 08.00 sampai 14.00. Pada periode yang sama, Di Zona Wayang Panji digelar workshop Tari Gunung Sari.

”Wisata event seperti ini perlu dipertahankan untuk menarik wisatawan datang ke Kota Malang. Saya sudah cek ke hotel-hotel berbintang ternyata full booked. Ini menunjukkan festival Malang Tempo Doeloe ini sudah menjadi ikon dan menjadi daya tarik wisatawan,” kata Ya’qud Ananda Gudban SS SSTPar MM, warga Jl Ijen yang juga dosen jurusan Pariwisata Universitas Merdeka (Unmer) ini.

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: