Home > Uncategorized > BTEL Makin Lebarkan Usaha

BTEL Makin Lebarkan Usaha

tBakrie semakin melebarkan sayapnya di bisnis telekomunikasi. Tak tanggung-tanggung, dua anak usaha langsung didirikan, yakni Bakrie Connectivity dan Bakrie Network.

PT Bakrie Telecom (BTEL) mendirikan Bakrie Connectivity (BCON), perusahaan yang bergerak di wireless broadband alias layanan data, atau produk dan jasa berbasis internet provider, multimedia, komunikasi radio dan VOIP. Anak usaha lain dibentuk adalah Bakrie Network (BN) yang bergerak di bidang pembangunan infrastruktur dan jasa telekomunikasi, TI serta jaringan global.

Untuk BC yang baru didirikan Maret 2010 lalu, Bakrie Telecom telah menyiapkan investasi US$100 juta sepanjang tahun ini. Dana investasi diambil dari bridge loan alias pinjaman talangan US$45 juta dari Credit Suisse, Morgan Stanley, dan Bank of Amerika Merryl Lynch. Selain itu juga sisa penerbitan obligasi global US$55 juta.

BTEL baru saja menyelesaikan penerbitan obligasi senilai US$ 250 juta. Dananya akan digunakan untuk melunasi utang bank sebesar US$175 juta dan interest reserve account sebesar US$ 14,4 juta, sehingga total menjadi US$189,4 juta.

“Jadi masih ada sisa dana obligasi US$60,6 juta. Dana ini untuk investasi ke BCON,” ujar Direktur Keuangan BTEL, Jastiro Abi di kantornya, Jakarta, Selasa (11/5).

Namun, manajemen belum mau mengungkapkan daerah mana saja yang menjadi pilihan investasinya. “Pokoknya kita investasi layanan ini dibeberapa daerah yang kami anggap memiliki potensi menguntungkan,” katanya.

Sedangkan Bakrie Network (BN) akan membangun berbagai infrastruktur telekomunikasi seperti jaringan fiber optik. Meski demikian, Abi belum dapat membeberkan besaran investasi untuk BN. “Investasinya bisa lebih besar dari BCON. Tapi dia baru tahun depan, tidak tahun ini. Nilainya nanti dulu,” jelasnya.

Dalam keterbukaan informasi, BN merupakan perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta Pendirian 11 Maret 2010. Modal dasar BN tercatat Rp2 miliar terbagi atas 2.000 saham, dengan nilai nominal Rp1 juta rupiah per saham. Sedangkan modal ditempatkan Rp500 juta terbagi atas 500 saham dengan nilai nominal Rp1 juta persaham. Direktur Utama BN dijabat oleh Muhammad Buldansyah.

BTEL adalah perusahaan operator telekomunikasi berbasis CDMA di Indonesia, yang memiliki layanan dengan nama produk Esia serta Wifone. Anak usaha Bakrie yang pada Agustus 1993 berdiri dengan nama PT Ratelindo ini, bergerak di sektor telekomunikasi berbasis Extended Time Division Multiple Access (ETDMA) ini, untuk kawasan DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

Pada September 2003, PT Ratelindo berubah nama menjadi PT Bakrie Telecom, yang kemudian bermigrasi ke CDMA2000 1x, dan memulai meluncurkan produk Esia. Saat ini produk Esia hanya dapat dinikmati di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Kemudian pada 2006, Bakrie Telecom telah mendaftarkan sahamnya dalam Bursa Efek Jakarta.

Pada 17 September 2007, pemerintah Indonesia memberikan lisensi atas jaringan tetap sambungan langsung internasional Indonesia kepada Bakrie Telecom. Konsekuensinya, Bakrie Telecom harus membangun jaringan tetap untuk sambungan langsung internasional. Ini menyebabkan pada 5 tahun pertama, Bakrie Telecom membangun jaringan yang menghubungkan Batam, Singapura, dan Amerika Serikat.

Sepanjang 2009 lalu, kinerja BTEL tidak terlalu baik. Laba bersih perseroan anjlok hingga 28% menjadi Rp 98 miliar dibanding setahun sebelumnya Rp 137 miliar. Padahal, pendapatannya meningkat 22,5% dari Rp 2,8 triliun menjadi Rp 3,43 triliun.

Namun, pendapatan bersih masih tercatat naik 24,5% menjadi Rp 2,74 triliun. Manajemen BTEL mengaku, beban biaya bunga dan depresiasi yang cukup tinggi menggerus kinerja perusahaan.

Kendati demikian, BTEL berhasil memenuhi target pertumbuhan pelanggannya sebesar 45,2% menjadi 10,5 juta (dari 7,3 juta). Direktur Utama BTEL Anindya N. Bakrie pun menegaskan pihaknya akan tetap fokus pada pertumbuhan organik perusahaan.

Saat ini, saham BTEL dimiliki PT Bakrie & Brothers Tbk sebesar 50%. Kemudian PT Bakrie Communications 3%, CMA Fund Management Ltd. 1 % dan di publik sebesar 42%. [mdr]

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: