Home > Uncategorized > Ariel, Belajarlah kepada Tiger Woods

Ariel, Belajarlah kepada Tiger Woods

aSkandal selebriti bukanlah hal baru di dunia termasuk Indonesia. Kasus Tiger Woods seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi Ariel untuk melakukan komunikasi dengan publik.

Bermula dengan terbukanya skandal Tiger Woods pada 27 Desember 2009 lalu, ketika Woods menabrak hidran di depan rumahnya sendiri. Diduga kali itu Woods dianggap sedang menghindari pertikaian dengan istrinya, Elin Nordegren.

Tiger Woods menutup 2009 bukan dengan prestasi di bidang Golf. Malah, kebalikannya Ia menjadi gunjingan banyak orang dengan menjadi salah satu dari skandal seks terbesar di Amerika Serikat versi The Examiner. Hal ini dikarenakan terbongkarnya kasus Woods dengan banyak wanita, dan diduga pegolf nomer wahid itu mengalami kecanduan seks.

Akan tetapi, pada Februari 2010 lalu Woods mengakui segala perbuatannya dan menyesal lewat sebuah jumpa pers. Selain itu Woods akan menjalani masa rehabilitasi selama empat hingga lima minggu The Meadows, di Wickenburg, Arizona, sejak Desember 2009.

“Selain berupaya menyembuhkan diri pada kecanduan seks, keberadaan Woods di sana adalah upaya penebusan dosa kepada publik untuk memaafkan perilaku buruknya yang telah mengkhianati anak dan istrinya,” jelas Rully Akbar, analis komunikasi pada lembaga kajian komunikasi publik Uvolution Indonesia, di Jakarta, Rabu (16/6).

Sebagai konsekuensi dari memburuknya nama Woods, berbagai sponsor mulai menarik diri seperti Procter and Gamble, perusahaan pembuat pisau cukur Gillette dan Accenture, dimana Woods menjadi duta perusahaan konsultan manajemen itu. Akan tetapi masih terdapat beberapa perusahaan yang masih mendukung pada bintang iklan mereka seperti Nike, PepsiCo’s Gatorade, dan Electronic Arts.

Menurut Rully, kasus yang dialami Tiger Woods ini juga dialami artis Indonesia yakni Ariel Peterpan. Serangkaian video seks yang mempertontonkan artis-artis di Indonesia ini, memang telah memicu polemik dalam menghukum imoralitas bangsa.

“Satu sisi video tersebut dianggap pembunuhan karakter, dan Ariel sebagai korban yang aibnya telah tersebar. Sisi lainnya adalah Ariel memang secara moral bersalah dan seharusnya mengakui perbuatannya,” jelas Rully.

Lebih lanjut ia menjelaskan, apabila di video tersebut memang benar Ariel, ia tidak seharusnya terus berkelit dan menutupi kesalahannya. Tindakan yang menghindari publik justru akan membuatnya semakin terhukum oleh stigma publik. Sebab publik akan menilai Ariel berupaya lari dari masalah dan kenyataan yang sebenarnya.

Lebih runyam lagi bila ternyata terbukti bahwa adegan dalam video mesum itu memang diperankan Ariel dan para wanita pasangannya. Sebab bantahan yang disampaikannya saat ini akan diartikan sebagai bentuk kebohongan publik. “Itu jelas tindakan yang tidak bijak, dan bentuk komunikasi yang justru akan memperburuk keadaan,” tegas Rully.

Karena itu, Rully menyarankan, akan jauh lebih baik bila Ariel Peterpan mengakui dan meminta maaf pada publik seperti yang dilakukan Tiger Woods. Pengakuan dan permintaan maafnya akan mendorong munculnya simpati publik.

Apalagi bila sikap positifnya itu diperkuat Polri yang hanya menempatkan Ariel dan para wanita pasangannya dalam posisi sebagai saksi korban. “Jadi memang tidak ada salahnya, bila Ariel harus belajar dari pengalaman Tiger Woods,” pungkas Rully.

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: