Home > life style > Lelaki Penggemar Viagra Berisiko Penyakit Kelamin

Lelaki Penggemar Viagra Berisiko Penyakit Kelamin

a Pria berusia menengah dan lebih tua yang mengkonsumsi obat disfungsi ereksi seperti Viagra memiliki kemungkinan lebih besar menderita penyakit kelamin.

Kesimpulan itu berdasarkan hasil studi terbaru yang meneliti lebih dari 1,4 juta pria.

Peneliti di Massachusetts General Hospital dan University of Southern California mengatakan bahwa kesalahan bukan terletak pada obat-obatan itu, melainkan pada tingginya risiko perilaku pria yang mengkonsumsi obat-obatan tersebut.

“Dokter harus menjelaskan kepada para pasien mengenai praktek seks yang aman,” ujar para peneliti.

Studi lingkup kecil dari pria yang melakukan hubungan seksual dengan pria pengguna obat disfungsi ereksi dengan risiko peningkatan perilaku dan rasio penyakit seksual. Namun tulisan yang terbit di edisi 6 Juli di Annals of Internal Medicine menyebutkan bahwa ini menjadi penjelasan pertama mengenai hubungan obat disfungsi ereksi dengan risiko penyakit kelamin dalam lingkup besar.

Namun penelitian ini tidak menyebutkan perbandingan berapa banyak pria yang mengidap penyakit tersebut jika biseksual ataupun homoseksual.

“Dokter biasanya tidak berbicara kepada pria yang lebih tua mengenai praktek seksual yang aman, dan ini sebagian karena rasio STD begitu rendah dalam kelompok ini dibandingkan pria yang lebih muda. Perbandingan sekitar 1 per 1.000 orang,” ujar kepala studi Dr. Anupam B. Jena, kepala medis internal di Massachusetts General.

“Dari penelitian ini kami melihat bawa pria yang mengkonsumsi obat disfungsi ereksi memiliki risiko 2-3 kali lipat untuk penyakit kelamin,” ujarnya lagi.

Penyakit yang paling sering dilaporkan adalah HIV/ AIDS, diikuti dengan chlamydia. Data yang dikumpulkan tidak dapat mengindikasikan dampak obat disfungsi ereksi itu sendiri secara langsung terhadap risiko penyakit kelamin, namun Jena mengatakan bahwa mereka akan melakukan studi ini secara terpisah.

Jean berspekulasi bahwa HIV/AIDS merupakan penyakit kelamin yang paling sering karena “gejala yang dirasakan soal infeksi HIV merupakan beberapa hal yang lebih disadari oleh pria sehingga berkonsultasi ke pada dokter dibandingkan pilihan untuk hadir ke klinik di mana mereka dapat melakukan tes penyakit kelamin secara anonim.”

Pengobatan obat disfugnsi ereksi telah berkembang secara signifikan sejak ditemukan Viagra pada 1998. Dan di awal penelitian ditemukan bahwa pria berumur sekitar 50 tahun menggunakan kondom lebih sedikit dari pria yang lebih muda.

Categories: life style
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: