Home > life style > Hindari Penuan Dini, Konsumsi Vitamin D

Hindari Penuan Dini, Konsumsi Vitamin D

Los Angeles – Ingin terhindar dari penuaan dini? Ingin terbebas dari demensia dan Alzheimer? Mudah saja, asal Anda teratur mengkonsumsi vitamin D. Ini berdasarkan hasil penelitian.

HealtyDay News memberitakan, aktivitas fisik dan kadar vitamin D yang memadai mampu mengurangi risiko penurunan kognitif dan demensia. Studi jangka panjang tentang hal itu sudah dipresentasikan di Konferensi Internasional Penyakit Alzheimer di Hawaii, Minggu (11/7) lalu.

Dalam sebuah penelitian, para peneliti menganalisis data dari lebih dari 1.200 orang di tahun 1970-an yang terdaftar dalam studi Framingham. Penelitian yang menjadi orang-orang di kota dari Framingham, Mass, sebagai responden, sejak 1948, menganalisa kesehatan jantung dan kesehatan kognitifnya.

Tingkat aktivitas fisik dari 1.200 peserta dinilai pada 1986-1987. Lebih dari dua dekade kemudian, 242 peserta menderita demensia, termasuk 193 penderita Alzheimer.

Mereka yang konservatif dengan jumlah aktivitas tinggi memiliki sekitar 40% terhindar dari risiko terkena berbagai jenis demensia. Orang dengan tingkat aktivitas fisiknya terendah, 45% lebih mungkin terserang semua jenis demensia, daripada mereka yang melakukan paling banyak latihan. Hal tersebut sangat dominan untuk kaum pria.

“Ini adalah studi pertama yang melibatkan kelompok besar individu untuk jangka waktu lama. Ini menunjukkan bahwa untuk menurunkan risiko demensia mungkin salah satu manfaat tambahan mempertahankan, setidaknya aktivitas fisik moderat. Bahkan untuk hidup delapan dekade,” ungkap penulis studi Dr Zaldy Tan, dari Brigham and Women’s Hospital, Boston VA dan Harvard Medical School dalam sebuah rilis berita Alzheimer’s Association.

Studi kedua menemukan hubungan antara kekurangan vitamin D dan peningkatan risiko penurunan kognitif dan demensia di kemudian hari. Para peneliti di Kepulauan Inggris menganalisis data dari 3.325 orang berusia 65 tahun.

Tingkat Vitamin D peserta diukur berdasarkan sampel darah dan dibandingkan dengan aktivitas mereka pada ukuran fungsi kognitif. Tes yang dilakukan meliputi tes memori, orientasi dalam ruang dan waktu, dan kemampuan untuk mempertahankan perhatian. Mereka yang hanya meraih hasil 10% digolongkan sebagai penderita gangguan kognitif.

Studi ini juga menemukan bahwa risiko kerusakan kognitif adalah 42% lebih tinggi pada orang yang kekurangan vitamin D. Dan, 394% lebih tinggi pada mereka dengan parah kekurangan vitamin D.

“Tampaknya kenaikan tingkat kerusakan kognitif, karena kekurangan vitamin D. Ini konsisten dengan temuan penelitian Eropa sebelumnya. Mengingat bahwa kekurangan vitamin D dan demensia adalah hal umum di seluruh dunia. Ini sungguh memprihatinkan,” tutur penulis studi David Llewellyn, dari University of Exeter Peninsula Medical School.

Faktanya, memang kulit secara alami menghasilkan vitamin D saat terkena sinar matahari. Namun, sebagian besar orang dewasa dan tua di Amerika Serikat kurang kadar vitamin D karena kulitnya kurang efisien dalam memproduksi vitamin D akibat terbatasnya sinar matahari.

“Suplemen vitamin D telah terbukti menjadi cara yang aman, murah dan efektif untuk mengobati kekurangan. Namun, beberapa makanan mengandung vitamin D dan tingkat suplementasi itu di AS saat ini tidak memadai. Penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk menentukan apakah suplementasi vitamin D berpotensi menterapi gangguan demensia,” kata Llewellyn.

Penelitian sebelumnya telah menunjuk sejumlah faktor yang mungkin berhubungan dengan penurunan kognitif dan Alzheimer. Terutama faktor risiko kardiovaskular, kata William Thiès, petugas medis di Alzheimer’s Association.

Dia menambahkan, “Asosiasi Alzheimer dan lain-lain telah berulang kali menyerukan secara jangka panjang, studi penelitian yang lebih besar-besaran untuk memperjelas peran faktor-faktor ini berperan penyebab penuaan otak. Beberapa laporan pertama dari jenis ini di Alzheimer, dan yang mendorong, tapi belum ada bukti definitif.”

Categories: life style
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: