Home > life style > Penderita Autis Cenderung Alami Gangguan Makan

Penderita Autis Cenderung Alami Gangguan Makan

sPENELITIAN baru menunjukkan bahwa kebanyakan orang tua yang anaknya menderita autis, melaporkan bahwa anak-anak mereka mengalami gangguan terhadap lambatnya memakan makanan padat dan menjadi pemilih dalam menentukan makanan jika mereka sudah tua.

Namun, berita baik dari penelitian tersebut seperti dikutip dari lama Healthday.com, gizi dan pertumbuhan anak-anak tersebut biasanya tidak menunjukkan tanda-tanda kesakitan.

Para peneliti menemukan bahwa masalah terhadap makan memang muncul di awal masa kanak-kanak pada anak autis dan menjadi semakin lebih jelas dengan bertumbuhnya usia.

Mereka para peneliti telah mengumpulkan data-data 13.000 kebiasaan makan anak-anak di bagian barat daya Inggris pada tahun 1991-1992. Pada penelitian tersebut, anak-anak dipantau sejak lahir, dan para orang tua diharuskan mengisi kuisioner tentang kebiasaan makan anak-anak mereka.

Sekitar 80 anak-anak yang kemudian didiagnosis spektrum autisme, kondisi neurodevelopmental muncul dalam tiga tahun pertama dan ditandaioleh gangguan interaksi sosial, komunikasi terbatas atau perilaku repetitif.

Kemudian, para orang tua dari anak-anak yang menderita autis melaporkan anak-anak mereka mengalami kesulitan makan antara umur 15 bulan sampai dengan 54 bulan, termasuk menjadi yang sangat sulit makan, sangat pemilih, atau memakan makanan yang bukan makanan atau disebut sebagai pica.

Sebagai contoh, orang tua yang anaknya didiagnosa mengalami autis melaporkan bahwa pada umur enam bulan, anak-anak mereka dapat memakan makanan padat dan membutuhkan waktu lebih lama untuk makan dari anak-anak yang tidak menderita gangguan autis.

Anak-anak yang telah mencapai umur 15 bulan, sekitar delapan persen dari orang tua anak-anak penderita autis melaporkan bahwa anak-anak mereka mengalami kesulitan makan, dibandingkan dengan tiga persen dari anak-anak normal.

Anak-anak autis memang dikenal sebagai pemilih makanan. Pada umur 15 bulan, sebanyak 9,5% orang tua dari anak-anak autis mengklaim bahwa anak mereka sangat pemilih makanan dibandingkan dengan hanya 5,4% orang tua anak-anak normal.

Untuk anak yang berumur antara 4-5 bulan, sekitar 26% orang tua mengatakan bahwa anak-anak autis mereka sangat sulit untuk makan, dibandingkan dengan 10% anak-anak yang tidak menderita autis.

Sedangkan, antara umur 4-5 tahun, sebanyak 37,5% orang tua melaporkan bahwa anak-anak autis mereka sangat pemilih makanan, hanya 14% bagi orang tua anak-anak normal.

Namun, meski banyak orang tua anak-anak autis memiliki banyak menghadapi tantangan dalam membesarkan anak mereka. Para peneliti tidak menemukan perbedaan pada tinggi, berat ataupun indeks massa tubuh (BMI) antara anak-anak autis dengan anak-anak normal.

Penelitian juga melaporkan bahwa anak-anak autis lebih sedikit dalam mengkonsumsi sayuran, salad dan buah-buahan segar. Namun mereka juga lebih sedikit mengkonsumsi gula dan soda.

Sedangkan antara anak-anak autis dan normal memiliki beberapa kesamaan dalam memakan makanan yang mengandung kalori, lemak, protein dan karbohidrat.

Ahli gizi dari University of Bristol di Inggris Pauline Emmet mengatakan walaupun anak-anak dengan gangguan autisme lebih sulit untuk makan dan variasi dalam makanan, hal ini tidak mempengaruhi nutrisi dari makanan mereka, tinggi, berat atau BMI mereka.

Categories: life style
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: