Home > Uncategorized > Papua Berpotensi Simpan Uranium

Papua Berpotensi Simpan Uranium

qGencarnya pemberitaan tambang uranium di Papua memicu banyak spekulasi mengingat uranium merupakan mineral berharga. Para ahli pertambangan menilai kondisi geologis Papua memungkinkan kehadiran uranium.

“Mungkin saja, kenapa tidak. Papua memiliki banyak mineral. Namun, ini membutuhkan penelitian lebih lanjut karena uranium secara khusus berkaitan dengan komposisi batuan alam,” ujar Dr Ir Teuku Abdullah Sanny, staf ahli dosen teknik geofisika ITB saat dihubungi INILAH.COM, dari Jakarta, kemarin.

Menurut dosen Fakultas Teknologi Pertambangan Pan perminyakan ini, uranium memiliki sifat radioaktif sehingga perlu penggalian khusus ketika melakukan eksplorasi. “Ini berkaitan dengan komposisi granit. Di Indonesia sendiri hampir tidak ada (eksplorasi) karena butuh teknologi tinggi dan biaya besar,” ujar Abdullah Sanny.

Hal senada juga diungkapkan Andri Slamet Subandrio, Dosen Teknik Geologi ITB saat dihubungi terpisah. “Kemungkinan itu tetap ada. Di Irian batuan yang ada adalah jenis diorit yang cocok untuk tambang emas dan tembaga, bukan uranium. Namun demikian, ini tetap menarik untuk diteliti.”

Menurut Andri, ada tiga jenis batuan yaitu batuan beku, sedimen dan metamorf. Ketiganya memiliki kemungkinan kandungan uranium. Namun, konsentrasi uranium menjadi pertimbangan untuk menentukan apakah secara ekonomis wilayah tersebut layak tambang atau tidak.

“Di daerah Sibolga pernah dilakukan penelitian yang menunjukkan konsentrasi uranium cukup bagus. Namun selama kurun waktu 20 tahun tidak ada penambangan padahal uraniumnya ada,” ujar Andri Slamet Subandrio.

Uranium pada dasarnya berada di batuan yang mengandung granit dan banyak berada di wilayah Sumatera dan Kalimantan. “Di wilayah batuan diorit memang memiliki kemungkinan ada uranium meskipun sedikit. Batuan diorit tentu saja yang sekarang dilakukan penambangan oleh Freeport.”

Saat ditanya kemungkinan pertambangan uranium dan tembaga di lakukan di kawasan yang sama, Abdullah Sanny membenarkan. “Betul sekali karena Papua memiliki kedua jenis mineral ini. Biasanya kalau ada asosiasi golongan 1 pasti ada mineral golongan 2 yang muncul.”

Profesor Abdullah Sanny menilai bahwa pertambangan uranium dapat diamati dengan 2 metodologi. “Pertama counter gogearth dengan penyelidikan kandungan lewat pengukuran waktu luruhnya uranium. Kedua, metodologi dengan proton magnetometer untuk mengetahui sifat kemagnetikannya. Ini bisa membantu kita melokalisasi kemungkinan kandungan uranium.”

Meskipun begitu, Andri Slamet Subandrio mengingatkan masyarakat untuk tidak terlalu senang dengan euforia keberadaan uranium di Indonesia. Indonesia memiliki kelemahan karena batuannya relatif muda. Padahal uranium berada di batuan tua seperti di Australia dengan tingkat umur batu 2-4 miliar tahun.

“Rata-rata batuan di Indonesia 30-70 tahun. Kemungkinan besar ada di batuan tua di wilayah Sumatera yanmg berusia 100 hingga 200 juta tahun,” ujar Andri Slamet Subandrio.

Andri juga menginformasikan bahwa penambangan uranium juga membutuhkan tingkat keamanan yang tinggi karena mengandung radiasi. “Biasanya orang yang bekerja di tambang akan diberikan sensor pada pakaian untuk mengetahui kadar radioaktif disekitar mereka. Ini untuk menentukan masa instirahat para pekerja. Kadar radioaktif pada penambangan uranium memerlukan tingkat pengamanan yang tinggi,” jelas Andri.

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: