Home > Uncategorized > Teka-Teki Sel Induk Kehidupan Terpecahkan

Teka-Teki Sel Induk Kehidupan Terpecahkan

Ilmuwan berhasil memecahkan teka-teki yang berusia dua miliar tahun menyangkut bagaimana bentuk bangunan awal suatu kehidupan.

Big-bang alam merupakan saat di mana dua sel tunggal melebur menjadi satu organisme hidup. Peristiwa tersebut berhasil dipetakan pertama kali oleh peneliti yang dipimpin oleh tim dari Irlandia.

Dr James McInerney, ahli biologi senior di National University of Ireland (NUI), Maynooth, mengatakan bahwa penemuan ini diharapkan dapat membantu pelacakan nenek moyang manusia pertama.

“Ini adalah peristiwa luar biasa yang hanya terjadi satu kali,� kata McInerney.

Dua sel tunggal primitf yang hidup bersama dalam satu kejadian, pada dasarnya mungkin secara alamiah akan tumbuh menjadi sangat besar. Penelitian ini dapat menjelaskan apa yang menyebabkan perkembangan seluruh organisme multisel saat ini. Contohnya saja serangga, tumbuhan, hewan dan manusia.

Menggunakan berbagai informasi genetik dari pemetaan genom, bukti dari dua sel tunggal pertama yang dikenal sebagai prokariot ini berhasil ditemukan dalam eukariot di sel inti.

Peneliti mampu menunjukkan bahwa peragian, sebuah sistem model biologi molekular, mengandung satu genom eukariot yang berasal dari dua genom prokariot yang berbeda.

“Ini adalah inti yang kita temukan pada DNA semua spesies. Selama bertahun-tahun, kejadian tersebut menjadi teka-teki bagaimana sebuah sel ini pertama kali diciptakan. Sekarang, kita berhasil mengetahui jawabannya,� ujar McInerney.

Ilmuwan percaya bahwa unsur ini berusia dua miliar tahun berdasarkan umur fosil mikro tertua.

Penemuan ini mengikuti unsur pemetaan pohon keluarga seluruh unsur alam.

“Karena manusia adalah eukariot, maka kita bisa melacak manusia kuno tertua,� kata McInerney.

McInerney dari Unit Evolusi Mulekul dan Bioinformatika di Depatemen Biologi NUI bekerja sama dengan Dr James Cooton dari Sanger Institute, Cambridge, Inggris, dalam menciptakan penemuan ini.

Hasil kerja mereka dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, Amerika Serikat.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: