Home > Uncategorized > KETIDAKTAHUAN YANG BAWA BERKAH

KETIDAKTAHUAN YANG BAWA BERKAH

Sepasang suami-istri
mendatangi seorang tabib (dokter) ahli. Mereka mengeluhkan kemandulan.
Sejak menikah, mereka tidak dikaruniai seorang anakpun. Tabib langsung
memeriksa denyut nadi dari dari perempuan itu.

“Anda tidak perlu diobati. Denyut nadi
menunjukkan bahwa empat puluh hari lagi, Anda akan meninggal dunia,”
jelas tabib itu menyimpulkan.

Kaget, takut, dan sedih bukan kepalang
dirasakan oleh perempuan itu. Ia pulang dengan tubuh lunglai dan
merasakan hidup yang begitu sesak. Selera makannya turun drastis dan ia
mulai berwasiat serta membagi-bagian kekayaannya.

Empat puluh hari menunggu maut, ternyata maut tidak datang-datang. Perempuan itu tetap hidup.

Syahdan, suaminya mendatangi tabib itu lagi.

“Istriku tidak mati,” sergahnya kepada tabib.

“Ya, aku tahu. Sekarang, pulanglah dan setubuhi istrimu! Ia sudah bisa hamil.”

“Kenapa bisa begitu?” tanya lelaki itu heran.

“Dulu, istrimu terlalu gemuk. Rahimnya
tertutup lemak. Menurutku, ia tidak akan bisa kurus kecuali jika takut
mati. Jadi, aku takut-takuti dia dengan mati, biar kurus dan lemak
penghalang rahim itu hilang,” jelas tabib itu.

—-

Imam al-Ghazali menceritakan kisah ini
dalam Ihyâ’ Ulumiddîn sebagai tamsil bahwa ketidaktahuan kita kadang
memiliki manfaat yang besar.

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: