Home > Uncategorized > MENJAGA KESABARAN HATI

MENJAGA KESABARAN HATI

Pada suatu saat As-Syeikh Abubakar bin Salim berniat
belajar kepada As-Syeikh Ma’ruf Bajammal yang tinggal di kota Syibam. Beliau
As-Syeikh Abubakar terpaksa harus berhenti di pinggir kota Syibam, karena
As-Syeikh Ma’ruf belum berkenan menemuinya.

Setiap kali dikatakan kepada
As-Syeikh Ma’ruf, “Anak Salim bin Abdulloh meminta ijin menemuimu,” jawaban
beliau selalu, “Katakan kepadanya bahwa aku belum berkenan menerimanya.”

Meskipun ayah As-Syeikh Abubakar adalah seorang yang dihormati karena
kesalehannya, As-Syeikh Abubakar tidak pernah sombong dan marah atas perlakuan
seperti itu. Beliau tetap bersabar dibawah terik matahari dan dinginnya angin
malam.

Baru setelah lewat 40 hari, beliau menerima kabar bahwa As-Syeikh
Ma’ruf bersedia menemuinya. Dan dalam waktu yang tidak begitu lama, beliau sudah
dapat menyerap ilmu yang diturunkan oleh gurunya tersebut.

 

 

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: