Home > Uncategorized > SYAMAIL RASULULLAH SAW 3

SYAMAIL RASULULLAH SAW 3

Rasulillah saw tumbuh dengan sifat-sifat paling sempurna
Dikelilingi selalu pemeliharaan Allah Maha Kuasa
Serta diliputi rahmat-Nya berlimpah-limpah.

Ia tumbuh dalam sehari
Seperti bayi lain dalam sebulan.
Keluhuran pribadinya tampak sempurna
Sejak usianya yang amat muda
Menjadi saksi bahwa dialah penghulu keturunan Adam semuanya.

Bintang-bintangkemujuran selalu bersamanya
Demikian pula segenap benda di alam ini
Menampakan kesetiaan dan kepatuhan padanya.

Tiap kali ia meniupi penderita sakit
Niscaya Allah melimpahkan kesembuhan baginya.
Tiap kali berdoa memohon hujan
Niscaya Allah selalu menurunkannya.

Demikianlah keadaannya sehari-hari
Sampai ia telah melewati masa mudanya
Dan mencapai usia dewasa.
Saat itulah Allah mengkhususkannya
Dengan kemuliaan hanya baginya seorang.
Dan turunlah Jibril ar-Ruh-ul Amin
Membawa kabar gembira dari Tuhan seru sekalian alam
Membacakan baginya ayat-ayat suci Al Qur’an
Al-Hakim
Demi memenuhi firman-Nya :
“…Dan sesungguhnya kepadamu telah diberikan Al Qur’an dari hadirat Allah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.”
Adapun mula pertama diturunkan kepadanya
Di antara ayat-ayat suci padat berisi
Yang berasal dari hadirat Allah SWT,ialah :
“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang mencipta dari segumpal darah.
Bacalah!Tuhanmu-lah yang paling mulia!
Yang mengajar dengan kalam
Mengajar manusia apa yang tiada ia tahu…”

Oh…betapa agungnya kabar gembira ini
Karunia sempurna datang dari Allah Maha Pengasih lagi Maha Pemurah,
Ditujukan pada insan mulia ini,
Lalu dikuatkan lagi dengan firman-Nya :
“Ar-Rahman,Tuhan Maha Pemurah,
Mengajarkan Al Qur’an,
Mencipta insan,
Lalu diajarinya fasih perkataan…”

Dan tiada syak (ragu) lagi
Tentunya dialah (saw),
Insan yang dimaksud dengan pemberian ajaran itu,
Dari hadirat Allah Maha Rahman dan Rahim.

Adapun Nabi saw setelah kepadanya wahyu suci diturunkan
Segera bertindak memikul beban dakwah dan tabligh
Menyeru manusia ke jalan Allah dengan penuh kesadaran
Yang diikuti dengan tulus dan patuh
Oleh mereka yang berpikiran terang
Di antara kaum Muhajirin dan Anshar
Yang beroleh kehormatan tertinggi
Mendahului yang lain memenuhi seruan ini,
Sesuai yang tercantum dalam takdir Ilahi.

Dan dengan tekad kuat Nabi tercinta ini,
Demikian pula para sahabatnya,
Allah berkenan menyempurnakan agama ini.
Dan dengan kepahlawanan mereka pula
Allah menumpas habis kaum kafir dan ingkar.

Banyak sekali mu’jizat hebat berkaitan dengan dirinya,
Membuktikan bahwa dialah yang termulia
Di antara penghuni bumi dan langit seluruhnya.
Diantaranya : memperbanyak yang sedikit,
Kesembuhan si penderita sakit,
Ucapan salamdari seonggok batu,
Ketaatan pohon kepadanya,
Terbelahnya bulan purnama,
Pemberitaan tentang hal-hal gaib,
Rintihan pokok kurma yang rindu padanya,
Yang semuanya menembus kebiasaan yang berlaku.

Demikianlah pula biawak dan menjangan
Memberi kesaksian tentang kenabian dan kerasulannya.
Dan masih banyak lagi bukti gemilang
Serta mu’jizat-mu’jizat menakjubkan,
Yang dijadikan Allah sebagai pendukung risalahnya,
Dan hanya baginya dikhususkan di antara semua makhluk-Nya.
Banyak pula tanda gaib mendahului nubuwahnya,
Dan merupakan alamat terkuat bagi kenabiannya.
Tersiarnya itu semua secara luas,
Mendatangkan bahagia bagi kaum beriman yang tulus,
Namun menambah malang si kafir ataupun munafik.

Dan tiada satu pun orang berpikiran sehat,
Kecuali pasti menerimanya dengan keyakinan serta penyerahan sepenuhnya.

Dan di antara kehormatan yang dikhususkan
Bagi Rasul termulia ini,
Mi’raj-nya ke hadirat AllaH Maha Penyayang
Yang kebaikan-Nya selalu melimpah
Yang karunia-Nya selalu tercurah.
Serta adanya bukti-bukti kuasa-Nya yang gemilang yang dialami pada peristiwa itu
Dan kemuliaan bagi langit-langit serta penghuninya
Dengan terbitnya nur “pelita” itu bagi mereka.

Maka Rasulullah saw mengarungi angkasa bersama Jibril al-Amin,
Menuju hadirat Allah Al malikul Jalil
Diiringi segala kemuliaan dan penghormatan.

Tiada penghuni langit yang di masukinya
Kecuali segera menyongsong kedatangannya
Dengan penghormatan dan berbagai ucapan selamat datang.
Setiap Rasul yang dilewati
Menyampaikan kabar gembira yang diketahinya
Tentang kedudukannya di sisi Tuhannya.

Sampai ia melampauo ketujuh lapis langit
Dan mencapai hadirat mutlak tiada terbatas.
Di sana ia diliputi belaian karunia lembut penuh keakraban,
Datang dari hadirat Ilahi.

Menyambutnya dengan aneka ragam ucapan selamat,
Memuliakannya dengan anugerah besar,
Melimpahkan padanya seindah-indah pemberian,
Dan memanggilnya dengan semulia-mulia salam;
Setelah ia sendiri menujukan puji-pujian ke hadirat Ilahi :
“At-tahiyyatul mubaarakaatus sholawaatut thayyibat.”

Aduhai,betapa lembut belaian karunia yang diterimanya itu!
Betapa indah pertemuaan yang agung itu!
Dalam hadirat serba gemilang,
Saat dzat (Rasul) memberi kesaksiannya
Bagi keagungan dzat (Allah) Tuhannya.
Seraya merangkum rahmah Ilahiyyah penuh kasih sayang
Serta anugerah-Nya yang limpah ruah,
Dalam suasana khudhu’ dan penyerahan diri kepada-Nya…

“Itulah tingkatan yang memaksa setiap idaman jatuh berderai memendam sesal dan putus asa demi melihatnya amat tinggi,tinggi sekali dari segala jangkauan..”

Benyak sekali pengalaman halus $elekat pada jiwa Rasul,
Yang diperolehnya dalam perjumpaan ketika itu,
Serta ilmu dan pengetahuan yang dicapainya tatkala…”Allah mewahyukan kepada hamba-Nya
Apa yang diwahyukan-Nya
Dan tiada hati Rasul mendustakannya…”

Itu semata-mata karunia hadirat Maha Pengasih
Dikhususkan bagi insan ini seorang.
Simpati penuh kasih sayang ditujukan kepadanya
Tiada mungkin jin dan manusia manapun merangkumnya.

Itulah pemberian teramat istimewa
Pena siapa pun tak kan berani mencoba
Mengurai tentang hakikatnya.
Lidah pun tak kan mampu mengungkapnya
Makna halus yang tersembunyi padanya.

Hadirat Allah Yang Maha Luas mengkhususkannya
Hanya bagi pandangan Nabi yang menatap dengan seksama,
Dan telinganya yang mendengar dengan cermat.

Maka tiada ambisi seseorang patut mengidamkannya
Tersingkap baginya rahasianya yang tersembunya,
Atau meliputi cahaya nurnya dengan sempurna.
Karena itu hadirat terlalu agung
Untuk bisa dilihat para pengamat,
Dan tingkatan tiada mungkin tercapai
Kecuali bagi para penghulu para rasul.

Maka sungguh berbahagia hadirat Muhammad
Menerima anugerah agung berlimpah
Berdatangan dari hadirat Allah Yang Maha Esa.
Aduhai,betapa beruntungnya ia
Mencapai kedudukan setinggi ini…

Bersambung…

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: