Home > Uncategorized > Tusuk gigi Sang Kyai

Tusuk gigi Sang Kyai

Dikisahkan:
Disebuah negara entah berantah hiduplah seorang pemuda yang kerja hari hari nya kesana kemari,dari kampung satu ke kampung lainnya,dari satu kuburan ke kuburan lainnya,dari satu malam purnama ke malam purnama lainnya,apa yang dikerjakan sepemuda?
Pemuda ini rupanya adalah maling profesional,khusus mencari kuburan baru,membongkarnya dan mengambil kain Kafan nya si Mayit, selanjutnya kain tersebut dijual untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Pekerjaan ini sudah lama ditekuninya,menurutnya pekerjaan ini mudah,mudah karena biasanya tanah kuburan belum padat,tinggal tanah kuburan dikorek-korek saja pakai alat seadanya juga bisa, lebih dari itu tidak beresiko,karena biasanya orang enggan kekuburan, lagian lagi kain kafannya juga tidak digunakan si Mayat,toh nanti juga kain itu akan rusak dimakan tanah,setidaknya begitulah logika si tukang maling kain Kafan ini.
Pekerjaan yang salah ini terus digelutinya hingga pada suatu malam,si maling ini membongkar tanah kuburan baru di suatu kampung,dia tidak tahu siapa yang barusan saja meninggal dan siapa penghuni kuburan yang akan menjadi korban berikutnya itu.

Si Maling terus menggali hingga tanah galian kubur sudah banyak diluar lobang, beliau begitu gesitnya bekerja,sedikit bicara banyak kerja mungkin itu prinsip kerjanya,disamping itu siapa pula yang mau diajak ngobrol dikuburan,tidak ada rasa takut sedikitpun dihati simaling,karena menurutnya selama ini beliau belum pernah ketemu kuntilanak dan hantu sebagaimana cerita-cerita orang yang percaya takhayul di tivi tivi.
Tapi malam itu dia tersentak kaget,tubuhnya gemetar,lututnya seperti copot dari persendiannya ,dia berusaha bangkit ,dia berusaha locat dan berlari sekencang-kencangnya,tapi tenaganya tak ada,tiada daya,justru kedua Kakinya terhunjam ke bumi,keringat dingin ditubuhnya mengucur deras,malam itu dia merasakan takut yang luar biasa,apa yang terjadi?
Rupanya malam itu menjadi titik balik sejarah, yang akan mengubah prilaku hidup beliau kedepannya.
Dibantu dengan cahaya Bulan Purnama yang terang menerangi lapangan Tanah Pekuburan,si Maling ini ia menyaksikan didalam liang lahat, si Mayat sedang duduk bersila,dengan menggunakan Kain Kafan sebagai penutup tubuhnya,seperti layaknya pakaian Ihram orang yang sedang ibadah Umroh dan Haji,dari mulutnya terdengarpUny suara kalimat-kalimat pujian,rupanya si penghuni kubur itu sedang berzikir,tapi anehnya dari mulutnya menetas pelan darah segar dari ujung bibirnya.
Dalam rasa kaget dan takutnya si Maling mendengar si Penghuni Kubur mengucap salam,”Assalamulaikum”,.
Dengan suara begetar dan terbata-bata si Maling menjawab ,”Wa..alai..kum..sa a alaam”, jawabnya.
Selanjutnya terjadilah dialog diantara keduanya.
Apa yang kamu lakukan Anak Muda? tanya sang penghuni Kubur.
Sang maling lalu menceritakan siapa dirinya dan apa yang selama ini dilakukannya untuk menyambung hidupnya.
Si Maling dengan penasaran dan rasa takutnya yang masih tersisa, mengajukan pertanyaan kepada si penghuni kubur.
Siapakah gerangan Tuan ini,selama saya menjalankan profesi ini belum pernah menemui kejadian seperti ini,dan kenapa dari mulut Tuan keluar Darah Segar?,tanya si Maling.
Ketahuilah anak muda, saya dulu sewaktu masih hidup didunia,memimpin sebuah pondok pesantren,hari hari saya,saya isi dengan kebaikan dan kebaikan,beribadah dan mengajar santri di Pondok Psantren,kalau toh saya merasa telah berbuat kesalahan segera saya bertaubat kepada Alloh,meminta kepada orang yang bila kesalahan saya dengan sesama,tak lupa saya saya menebus kesalahan saya dengan berbuat kebaikan.
Terus kenapa,dari bibir tuan keluar Darah? Tanya si Maling,sepertinya beliau penasaran.
Pada suatu hari saya diundang untuk menghadiri acara Ressepsi Pernikahan seorang anak murid saya dikampung sebelah,setelah selesai acara akad nikah, para undangan dipersilahkan menyantap hidangan makan malam yang telah disediakan Shohibul Hajat.
Malam itu saya makan dengan lauk Daging Kambing,rupanya daging yang saya makan ada yang nyangkut diantara gigi saya,sementara panitia tak menyediakan “dongkrak” tusuk gigi,saya ragu mau minta ke Panitia,khawatir merepotkan mereka, ya untuk sementara saya biarkan saja daging yang terselip diantara gigi hingga saya mohon pamit meninggalkan rumah santri.
Didepan Rumahnya santri ada pagar terbuat dari bambu,saat saya melintas dipagar itu saya mengambil sedikit saja sempilan pagar tersebut,tentu tanpa memintanya terlebih dahulu kepada pemilik Pagar,karena saya berfikir toh saya hanya mengambil sedikit saja,dan tak mungkin merusak Pagar tersebut.
Asbab Bambu Tusuk Gigi itulah wahai anak muda, mulutku Sekarang ini terus mengeluarkan Darah,dan akan terus mengeluarkan Darah sampai hari Qiyamat,begitu Pak Kyai’i mengisahkan.
Wahai anak muda coba kau fikirkan bagaimana dengan dosa-dosamu?,kau melakukan yang tidak pernah orang lain lakukan,lebih-lebih terhadap mayat lagi,bertubatlah wahai anak muda,insya Alloh,Alloh SWT akan menerima taubatmu,tutup nasehat sang kyai’i.dan sejak itu dikisahkan akhirnya sang Maling bertaubat.
Saudara sekalian,bagaimana dengan dosa kita? Mungkin kita telah mengambil uang dan harta orang lain, Motor orang lain,Mobil orang Lain,uang Puluhan Juta sampai Milyaran Rupiah,mungkin juga pernah mengambil Besi Jembatan,Aspal jalan,batu bangunan sekolahan,Pasir,Semen Proyek gorong-gorong atau proyek bangunan kantor,wisma atlit,stadion,Beras Raskin,Bantun Operasional Sekolah,dan Proyek bantuan orang Miiskin tertinggal lainnya.
Sudahkah kita membayangkan bagaimana siksa yang akan kita terima kelak di alam Kubur? Sebelum kita sampai di halte terakhir yakni di Yaumil kiyamah,hanya saudara sendiri dan saya yang tahu apa yang telah kita perbuat selama ini,mari bertaubat.
Cerita tersebut bisa saja fiktif,atau setidaknya tidak jelas usulnya,tapi adanya siksa kubur,ada nikmat kubur telah banyak disampaikan oleh Rasulloh SAW dan itu adalalah soheh
Wallohu wa’lam bishowab.
Semoga bermanfaat.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: