Home > Uncategorized > KEYAKINAN BUKANLAH PENGETAHUAN (MENGETAHUI)

KEYAKINAN BUKANLAH PENGETAHUAN (MENGETAHUI)

Kutipan tulisan RT Wijayantodipuro, Salatiga, 27 Agustus 2012 yg sdh di-edit (disingkat) :

Mengetahui bentrokan yg terjadi (lagi) antara komunitas Syiah dengan komunitas Sunni di Madura. Maka terbersitlah dipikiranku bhw KEYAKINAN itu sebenarnya tidak perlu diperdebatkan. Jika ingin tahu KEYAKINAN orang lain, tanyakan saja dan mengapa sampai pada KEYAKINAN tersebut. Jika merasa COCOK boleh ikut YAKIN, jika TIDAK COCOK tidak perlu ikut.

Yang menjadi MASALAH, adalah ketika orang TIDAK SADAR, bahwa KEYAKINAN itu telah membuatnya menjadi JAHAT pada orang lain yang berbeda KEYAKINAN. Tidak setuju dengan KEYAKINAN orang lain, itu bukan KEJAHATAN, tetapi melakukan tindakan yang merugikan pihak lain, itulah kejahatannya. “Celakanya”, tindakan JAHAT itu kadangkala dianggap sah dan benar bahkan dianggap sebagai tindakan SUCI, karena sesuatu yang diyakini. Yg mengherankan orang2 menjadikan keyakinannya sebagai ‘standar’ untuk menghakimi orang lain.
Pengetahuan bisa dibuktikan, karena bisa dipelajari bagaimana untuk menjadi TAHU. Jika ada PENGETAHUAN yang dianggap TIDAK MASUK AKAL / tidak logis, maka ada 2 kemungkinan, yaitu (1) itu sebenarnya BUKAN PENGETAHUAN, melainkan hanya KEYAKINAN. (Keyakinan tidak perlu dibuktikan benar / salah-nya, semua keyakinan adalah “benar” menurut yang meyakininya). (2) Jika benar itu adalah PENGETAHUAN seseorang, namun tidak masuk akal bagi orang lain, itu karena akal / logika orang lain itu yang “tidak sampai” untuk memikirkan pengetahuan itu. Mungkin memang batas akal setiap orang berbeda.

Agama dengan DOKTRIN dan dogma-nya, (menurut RT Wijayantodipuro) mengajarkan tentang GAGASAN2, atau IMAJINASI2. Agama mengajarkan gagasan tentang Tuhan, gagasan tentang Surga dan Neraka, gagasan tentang berbagai hal. Sayangnya, GAGASAN2 tsb membuat banyak orang MERASA TAHU berbagai hal. Gagasan bahwa BESOK akan masuk surga, akan menikmati sexual intercourse dengan bidadari2 cantik jelita, GAGASAN bahwa di neraka ada api yang sangat panas menyala-nyala, yang membakar apa saja di sana, tetapi tidak mampu menghanguskan yang dibakarnya itu. Gagasan2 ini adalah KEYAKINAN belaka. Tidak ada yang melarang orang punya KEYAKINAN, GAGASAN, IMAJINASI, tetapi menganggap bahwa gagasan, imajinasi, keyakinan itu sama dengan PENGETAHUAN (MENGETAHUI), itu adalah SESAT PIKIR, karena pikiran tidak mampu (atau tidak mau) membedakan antara apa yang diyakini dengan apa yang DIKETAHUI.

Yang dibutuhkan itu adalah menempatkan keyakinan / ketidakyakinan dan pengetahuan / ketidaktahuan dalam posisi yang baik, yang baik untuk diri kita sendiri, dan baik untuk orang lain.

HIDUP PENUH BHAKTI itu bukan dijalani untuk menipu orang atau untuk mengajak orang mengikuti ajaran kita. HDUP PENUH BHAKTI ini dijalani agar bisa memandang ke dalam SEMUA hal, dan memahaminya.

Ada banyak AJARAN yang berdasarkan KEYAKINAN, gagasan, imajinasi. Ada juga AJARAN yang berdasarkan pada PENGETAHUAN / CATATAN TAHU / PENGALAMAN. Jika kita punya AJARAN, tidak perlu MEMAKSA orang lain untuk mengikuti ajaran kita, apalagi jika ajaran itu hanya berdasarkan pada KEYAKINAN. Bahkan, jika kita punya ajaran yang didasarkan pada PENGETAHUAN pun, tidak perlu juga memaksakan PENGETAHUAN kita untuk diketahui / dipahami oleh orang lain, karena jika orang lain itu tidak / belum TAHU SENDIRI, akan sangat sulit baginya untuk menerima PENGETAHUAN kita.
Kenyataan di masyarakat sampai saat ini terjadi banyak MASALAH, karena “ADU” keyakinan, “ADU” gagasan, “ADU” imajinasi. Ya …, yang bisa di-ADU adalah keyakinan, gagasan dan imajinasi,..

Keyakinan, gagasan, imajinasi adalah PENDAPAT, sedangkan pengetahuan (mengetahui) itu BUKAN PENDAPAT, melainkan PENGALAMAN. Pengalaman hanya dimengerti oleh yang mengalami sendiri, sebab jika pengalaman orang lain yang diceritakan, itu hanya KATANYA. Kita bisa percaya atau tidak percaya pada KATANYA. Orang yang berpengalaman dan bercerita tentang pengalamannya itu, tidak bisa memaksa orang lain untuk memercayainya.

Masih banyak orang yang sebenarnya YAKIN tetapi MERASA seolah TAHU, dan menjadi SOK TAHU, dan kemudian menimbulkan ketidaknyamanan2 dalam hidup bersama.

Nah… tulisan di atas itu adalah hasil GAGASAN juga. Anda yang membaca, bisa sependapat, bisa juga berbeda pendapat…

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: